Safari Ramadan di Seteluk, Gubernur NTB Dorong Kolaborasi Entaskan Kemiskinan dan Siapkan Masa Depan Pascatambang
Sumbawa Barat — Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Al Hidayah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
.jpeg)
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur NTB didampingi Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., dan Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sumbawa Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, jajaran Forkopimda Sumbawa Barat, Ketua Baznas Provinsi NTB, Direktur Bank NTB Syariah, para camat se-Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Kantor Kementerian Agama Sumbawa Barat, kepala perangkat daerah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat, serta Ketua TP PKK Provinsi NTB.
.jpeg)
Dalam laporannya, Bupati Amar Nurmansyah menyampaikan bahwa hingga saat ini sinergi antara pemerintah daerah dan Forkopimda di Kabupaten Sumbawa Barat tetap terjaga dengan baik sehingga mampu mempertahankan kondusivitas daerah.
“Alhamdulillah, bersama Forkopimda kami terus menjaga sinergi dan kondusivitas di Kabupaten Sumbawa Barat. Hingga saat ini kami masih dapat mempertahankan predikat zero konflik horizontal, yang tentunya tidak terlepas dari peran serta seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pada tahun ini Kabupaten Sumbawa Barat akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak yang direncanakan diikuti oleh 22 desa, bahkan berpotensi menjadi 23 desa apabila proses penetapan kode desa untuk Desa Seteluk Rea dapat diselesaikan. Tahapan pilkades tersebut direncanakan mulai berlangsung pada September hingga November 2026.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas program unggulan Gubernur NTB, yakni Program Desa Berdaya, yang turut menetapkan dua lokasi di Kabupaten Sumbawa Barat sebagai lokus program tersebut.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Sumbawa Barat menyampaikan terima kasih, karena Kabupaten Sumbawa Barat mendapatkan dua lokus program Desa Berdaya, yakni di Kelurahan Telaga Bertong dengan sasaran 100 kepala keluarga serta di Desa Seteluk Tengah dengan sasaran 50 kepala keluarga,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan berbagai bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut antara lain voucher Sabilillah dari Baznas Provinsi NTB senilai Rp25 juta, 50 paket sembako dari Bank NTB Syariah, 25 paket sembako dari Baznas Kabupaten Sumbawa Barat, 25 paket sembako dari TP PKK Sumbawa Barat, serta 100 paket sembako dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

.jpeg)
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menyalurkan dana hibah kepada sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat, di antaranya AKA Friendly Course Desa Rempe sebesar Rp15 juta, Masjid Nurul Yakin Desa Air Suning sebesar Rp100 juta, Majelis Taklim Sahabat Hijrah Desa Meraran sebesar Rp20 juta, serta KBM Integral Simbat Dusun Batu Cemai Desa Meraran Kecamatan Seteluk sebesar Rp200 juta.
.jpeg)
Sementara itu, dalam sambutan dan arahannya, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan, terutama dengan dukungan sektor pertambangan yang memperkuat kapasitas fiskal daerah.
“Jika melihat rasio fiskal terhadap jumlah masyarakatnya, Kabupaten Sumbawa Barat menjadi yang tertinggi. Ini menunjukkan potensi yang sangat besar untuk pembangunan daerah,” ujarnya.
Namun demikian, Gubernur mengingatkan bahwa pemerintah daerah juga perlu mempersiapkan masyarakat menghadapi transformasi ekonomi di masa depan, khususnya dalam menghadapi era pascatambang.
“Tugas berat pemerintah daerah adalah menyiapkan masyarakat untuk bertransformasi dari ketergantungan pada sektor pertambangan. Kita harus mulai mempersiapkan masa depan pascatambang,” tegasnya.
.jpeg)
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang dinilai serius dalam membangun sistem pembangunan berbasis data.
Menurutnya, ketersediaan data yang lengkap akan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan tiga program prioritas Pemerintah Provinsi NTB, yakni pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sektor pariwisata.
.jpeg)
Menariknya, Kabupaten Sumbawa Barat menjadi satu-satunya daerah di NTB yang tidak memiliki desa dengan kategori miskin ekstrem. Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa masih terdapat warga yang masuk dalam kategori tersebut sehingga tetap memerlukan perhatian bersama.
“Fokus kita saat ini adalah mengentaskan kemiskinan ekstrem. Kita ingin dalam tiga tahun ke depan, melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, kemiskinan ekstrem di NTB dapat dihapuskan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur NTB juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan alam yang masih terjaga dengan baik di Kabupaten Sumbawa Barat. Pemerintah Provinsi NTB, siap mendukung upaya pelestarian lingkungan tersebut, termasuk melalui bantuan bibit pohon untuk penghijauan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat.(nc/DiskominfoKSB)
