Gerakan Pangan Murah Digelar di Seteluk, Warga Nikmati Subsidi Harga Bahan Pokok Lebih dari 60 Persen
Seteluk – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Voli Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk.


Sekretaris Kecamatan Seteluk, Apriadi, S.E., M.M.Inov. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Menurutnya, GPM menjadi langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Ia juga berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, salah satunya dengan menanam sayur-mayur di pekarangan rumah minimal satu tanaman produktif sebagai langkah sederhana memperkuat kemandirian pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P. menjelaskan bahwa Kecamatan Seteluk merupakan lokasi kedua pelaksanaan GPM yang digelar bersamaan dengan Kecamatan Brang Rea pada hari yang sama, setelah sebelumnya dilaksanakan perdana di Kecamatan Taliwang pada Jumat, 13 Februari 2026.


Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang HBKN, diantaranya Imlek, Nyepi, bulan suci Ramadan, dan Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah memberikan subsidi lebih dari 60 persen agar masyarakat tetap dapat menjangkau harga bahan pokok meskipun harga di pasaran mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, harga cabai di pasar bahkan hampir mencapai Rp200.000 per kilogram.
Pada kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan stok cabai sebanyak 100 kilogram. Adapun harga bahan pokok yang dijual dalam GPM antara lain minyak goreng Rp15.000 per liter, gula Rp15.000 per kilogram, cabai keriting Rp10.000 per bungkus (¼ kilogram) atau setara Rp40.000 per kilogram, cabai rawit Rp12.000 per bungkus (¼ kilogram) atau setara Rp48.000 per kilogram, serta beras SPHP Rp57.000 per kemasan 5 kilogram.


Salah seorang warga Desa Seteluk Tengah, Ibu Suhartini, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas pelaksanaan GPM tersebut. Ia mengaku sangat terbantu karena dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.


“Di sini harga cabai rawit jauh lebih murah, minyak goreng dua liter seharga Rp30.000, sedangkan di pasar Rp20.000 per liter,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan GPM secara bertahap di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumbawa Barat sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional. (nqf/Diskominfo KSB)
