Dari Tradisi untuk Generasi! Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Resmi Dibuka
Taliwang – Semangat melestarikan budaya lokal kembali bergema di Kabupaten Sumbawa Barat melalui penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., di Halaman Masjid Agung Darussalam Kompleks KTC, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda melalui dunia pendidikan.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Ketua LATS Kabupaten dan Kecamatan, Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP, pengawas sekolah, Ketua Dharma Wanita Persatuan, pegiat seni dan budaya, dewan juri, serta ratusan peserta didik dari berbagai sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah melalui pendidikan dan partisipasi masyarakat.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan bahwa Pekan Kebudayaan Daerah diselenggarakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya yang merupakan identitas dan jati diri masyarakat Sumbawa Barat. Sekolah dipandang sebagai wadah yang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik sejak usia dini sehingga tumbuh rasa cinta, bangga, dan memiliki terhadap budaya daerahnya sendiri.
Selain menjadi media pelestarian budaya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Pekan Kebudayaan Daerah Tahun 2026 diikuti oleh 93 Sekolah Dasar dari 116 SD dan 38 Sekolah Menengah Pertama dari 42 SMP yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Para peserta akan berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan, yaitu Lomba Egrang Estafet, Lomba Terompah Panjang, Lomba Batutur, Lomba Malangko, Lomba Sakeco, dan Lomba Ngumang. Melalui kegiatan tersebut diharapkan peserta didik dapat mengenal, mengapresiasi, sekaligus mencintai berbagai permainan dan kesenian tradisional yang menjadi kekayaan budaya daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Hj. Hanipah menegaskan bahwa budaya merupakan jati diri yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga identitas budayanya. Oleh karena itu, Pekan Kebudayaan Daerah menjadi ruang yang sangat penting untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional, seni pertunjukan, bahasa daerah, cerita rakyat, tenun, hingga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi muda.
Budaya adalah jati diri kita. Tanpa budaya kita hanya menjadi bangsa yang besar tetapi kehilangan arah," tegas Hj. Hanipah.
Ia juga mengajak seluruh sekolah dan masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah, termasuk dengan membiasakan penggunaan pakaian adat maupun tenun khas daerah dalam berbagai kesempatan sebagai bentuk kecintaan terhadap warisan budaya lokal. Pada kesempatan tersebut, ia juga menetapkan tema Pekan Kebudayaan Daerah Tahun 2026, yaitu "Melestarikan Adat, Memperkuat Karakter, Membangun Sumbawa Barat yang Maju dan Luar Biasa."


Lebih lanjut, Hj. Hanipah menekankan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sekolah, keluarga, sanggar seni, budayawan, hingga pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menjaga agar budaya lokal tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Ia juga mendorong agar muatan lokal tentang budaya daerah terus diperkuat di sekolah-sekolah sehingga anak-anak tidak hanya mengenal budayanya, tetapi juga bangga menjadi bagian dari warisan tersebut.
"Mari kita melestarikan dan memperkenalkan kembali kepada anak-anak muda kita tari tradisional, musik tradisional, cerita rakyat, tenun, kuliner, dan seluruh kekayaan budaya daerah yang kita miliki. Mari kita buktikan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat bukan hanya kaya akan sumber daya, tetapi juga kaya akan budaya," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen menjadikan Pekan Kebudayaan Daerah sebagai agenda tahunan, memperkuat pembinaan sanggar seni hingga ke desa-desa, serta terus mendorong lahirnya generasi muda yang mencintai dan melestarikan budaya daerah.
Pekan Kebudayaan Daerah Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi, apresiasi, dan regenerasi bagi para pelaku seni budaya di Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap semangat melestarikan budaya terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga nilai-nilai luhur, tradisi, dan kearifan lokal tetap hidup serta menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa Barat dari generasi ke generasi.(Diskominfo KSB)
