Blog Item

Informasi berita terbaru mengenai perkembangan daerah

Program PRIMA Resmi Dimulai, Pemkab Sumbawa Barat Siapkan SDM Unggul untuk Pasar Kerja Global

Taliwang – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat resmi melaksanakan Sosialisasi Program PRIMA (Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia) ke Jepang Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kerja luar negeri bagi generasi muda melalui jalur yang legal, aman, dan berbasis kompetensi. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara ini berlangsung di Lantai III Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (4/8/2026) dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, Wiwik Farida, S.Si., perwakilan ISO Jepang Asep Hidayat, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat, para kepala perangkat daerah, serta 179 peserta yang telah lolos seleksi administrasi dari total 238 pendaftar, didampingi orang tua maupun keluarga masing-masing. 

Dalam arahannya, Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya pengembangan sumber daya manusia.

"Sejak awal kami memimpin Kabupaten Sumbawa Barat, kami telah memiliki satu tekad yang kuat, yaitu bagaimana menjadi pelayan masyarakat yang baik. Kami meyakini bahwa sebuah pemerintahan tidak boleh berjalan begitu saja tanpa meninggalkan jejak atau warisan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Bupati.
 
Bupati menjelaskan, Program PRIMA menjadi bagian dari implementasi Program KSB Maju Luar Biasa, khususnya pada klaster industri melalui penguatan sektor ketenagakerjaan. Pemerintah daerah telah merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), baik dari sisi sarana maupun kurikulum pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Menurutnya, bekerja ke luar negeri saat ini bukan lagi sekadar mencari pekerjaan, melainkan kesempatan membangun kompetensi dan pengalaman kerja bertaraf internasional.
"Yang kita dorong adalah lahirnya Pekerja Migran Indonesia yang memiliki kompetensi, keterampilan, disiplin, kemampuan berbahasa, serta siap bersaing secara profesional. Kita ingin anak-anak Kabupaten Sumbawa Barat berangkat ke luar negeri sebagai tenaga kerja yang terampil, profesional, memiliki sertifikasi kompetensi, serta mampu bekerja sesuai standar internasional," tegasnya. 

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat hanya membuka akses penempatan tenaga kerja melalui mekanisme resmi dan bekerja sama dengan mitra yang memiliki legalitas jelas agar para peserta memperoleh perlindungan dan kepastian kerja.

Pada tahap awal, pemerintah bersama mitra penyelenggara menyiapkan kuota sebanyak 50 peserta yang akan mengikuti proses pembinaan lanjutan. Namun, Bupati berharap kuota tersebut dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

"Bahkan tadi saya sudah menyampaikan harapan agar kuota tersebut dapat ditambah minimal menjadi 100 peserta. Namun tentu pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Keberhasilan program pada tahun ini akan menjadi dasar untuk pengembangan program pada tahun-tahun berikutnya," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa Program PRIMA bertujuan memberikan informasi mengenai peluang kerja di Jepang sekaligus membangun kesiapan calon pekerja migran melalui pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pra-penempatan, masa bekerja, hingga purna penempatan.

"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai peluang bekerja di Jepang, sekaligus memperkenalkan Program Peningkatan Resiliensi sebagai program pembinaan calon pekerja migran Indonesia yang dilaksanakan secara berkelanjutan," jelas Slamet Riadi. 

Ia menjelaskan bahwa dari 179 peserta, sebanyak 146 peserta merupakan laki-laki dan 33 peserta perempuan. Seluruh peserta akan mengikuti sosialisasi sebelum memasuki proses seleksi lanjutan berupa pembinaan daring selama kurang lebih satu bulan. Selama proses tersebut, peserta akan dievaluasi berdasarkan kedisiplinan, sikap, komitmen, dan kemampuan lainnya sebelum melanjutkan ke tahapan pelatihan berikutnya. 

Perwakilan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, Wiwik Farida, S.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terhadap peningkatan kualitas generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja internasional.

"Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah ingin membuka kesempatan emas bagi generasi muda daerah untuk memperoleh pengalaman bekerja di luar negeri, dengan negara tujuan awal adalah Jepang," ujarnya. 

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan penuh disiplin dan menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa Barat ketika nantinya bekerja di Jepang.

"Ketika nanti berada di Jepang, jangan hanya berorientasi pada pekerjaan semata. Jadilah pribadi yang disiplin, terampil, dan mampu mengikuti etos kerja serta peraturan yang berlaku di Jepang," pesannya. 

Program PRIMA menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global melalui jalur penempatan kerja yang legal dan profesional. Selain membuka peluang kerja, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melahirkan generasi muda yang memiliki keterampilan, pengalaman internasional, dan etos kerja yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara dan mitra dari Jepang akan melanjutkan proses pembinaan, pelatihan, hingga penempatan peserta yang lolos seleksi. Evaluasi terhadap pelaksanaan angkatan pertama akan menjadi dasar pengembangan program dengan penambahan kuota peserta, perluasan kerja sama internasional, serta penguatan Balai Latihan Kerja sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja, sehingga semakin banyak putra-putri Sumbawa Barat yang mampu bersaing di pasar kerja global.


Tags

 

About Us

Dengan terbentuknya PPID dan PLID, pemohon informasi sesuai dengan haknya dapat memperoleh informasi publik yang dihasilkan oleh Pemerintah KSB sesuai dengan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008.


Jam Pelayanan

Waktu pelayanan PPID dilakukan dari Senin s/d Jumat mulai pukul 08.00 - 16.00 WITA. Informasi akan diberikan paling lama dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja dan dapat diperpanjang paling lambat 7 (tujuh) hari kerja berikutnya dengan memberikan dengan memberikan alasan secara tertulis.


Tags

Address

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat
Komplek KTC - Taliwang
Sumbawa Barat, NTB 84452
P: (0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765

Bülten


Adresimiz