Bupati Buka Seminar Kesehatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Generasi Emas 2045
TALIWANG – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya menggelar Seminar Kesehatan bertema "Optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Dari Persiapan Kehamilan hingga Menyusui untuk Mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045" dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Lantai III Graha Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat (7/8/2026), dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si.
.jpeg)
.jpeg)
Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah drh. Hairul, M.M., unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi wanita, tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, serta sekitar 300 peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, pelajar, dan masyarakat. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial yang meliputi pelatihan Basic Life Support (BLS) bagi masyarakat serta pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan aksi Clean Up Beach di Pantai Maluk.
Dalam sambutannya, Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Program Kartu Sumbawa Barat Maju, khususnya layanan Maju Kesehatan yang menghadirkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans sebagai layanan kesehatan hingga ke rumah masyarakat.
"Dalam periode pemerintahan kami tahun 2025–2030, salah satu fokus utama adalah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, kami menghadirkan Program Kartu Sumbawa Barat Maju," ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, sejak diluncurkan pada Mei 2025, layanan TRC Ambulans terus menunjukkan peningkatan pemanfaatan oleh masyarakat. Hingga Agustus 2026, layanan tersebut telah melayani sekitar 24 ribu pelayanan kesehatan, membuktikan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya perhatian terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas dalam mencegah stunting dan membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
"Semua tahapan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dengan upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, penanganan stunting harus terus menjadi perhatian bersama," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan menjaga kesehatan ibu dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga, terutama peran suami dalam mendampingi istri selama masa kehamilan hingga menyusui.
"Perhatian dan kasih sayang dari suami menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu maupun bayi," tambah Bupati.
.jpeg)
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM., menyampaikan bahwa seminar kesehatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, memperluas akses layanan kesehatan, serta memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor kesehatan.
"Seminar kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, memperluas akses terhadap layanan kesehatan, serta memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor kesehatan," jelas Carlof.
Ia menjelaskan, materi seminar meliputi kesehatan prakonsepsi, kehamilan, pemenuhan gizi ibu dan anak, pencegahan anemia, pemberian ASI, hingga upaya pencegahan stunting. Selain seminar, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof. Dr. Eighty Madiyan Kurniawati, dr., Sp.O.G., Subsp.Urogin-RE, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat merupakan bentuk nyata implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Kami memandang bahwa kerja sama ini bukanlah titik akhir, melainkan langkah awal dari kolaborasi yang lebih luas. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Airlangga memiliki komitmen untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga putra-putri Sumbawa Barat yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ke depan, kerja sama akan diperluas melalui penempatan dokter residen, penelitian kesehatan, hingga pengembangan desa binaan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kesehatan di daerah.
Menutup sambutannya, Bupati menyambut baik komitmen Universitas Airlangga untuk memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
"Ke depan terdapat banyak potensi kerja sama yang dapat kita kembangkan, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat," kata Bupati.
Bupati kemudian secara resmi membuka rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Kabupaten Sumbawa Barat dan berharap sinergi yang telah terbangun terus diperkuat demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak masa prakonsepsi hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan semakin meningkat. Ke depan, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat melalui program pendidikan, penelitian, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya bersama mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkualitas. (sh/Diskominfo KSB)
