Gebyar PAUD 2026, KSB Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini untuk Bangun Generasi Emas
SUMBAWA BARAT — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat komitmen terhadap pendidikan anak usia dini melalui Festival Laskar Undru Gebyar PAUD Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi Anak, dan Bangun Masa Depan.”
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Graha Fitrah, Kompleks Kemutar Telu Center (KTC), Selasa (1/9/2026), dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., para Asisten dan Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, para Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Sumbawa Barat, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan, organisasi mitra bidang pendidikan, pengawas sekolah, kepala satuan pendidikan PAUD, guru dan pendidik PAUD, serta anak-anak peserta Gebyar PAUD bersama para pendamping.


Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Suarman, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa Gebyar PAUD bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitmen bersama. Anak adalah amanah. Anak adalah aset negara, aset daerah, dan penentu masa depan, khususnya bagi Kabupaten Sumbawa Barat.”
Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Festival Gebyar PAUD sekaligus menjadi ruang silaturahmi, berekspresi, beraktivitas dan belajar yang melibatkan anak, pendidik, orang tua, serta masyarakat.
.jpeg)
Pelaksanaan Gebyar PAUD 2026 juga diarahkan untuk mendukung akselerasi dan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Sumbawa Barat, khususnya dalam memperkuat akses dan partisipasi anak dalam pendidikan prasekolah. Selain itu, kegiatan memberikan ruang kepada anak untuk berekspresi, berkreasi, bermain dan menunjukkan potensi diri dalam suasana yang menyenangkan, sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak usia dini.
Gebyar PAUD tahun ini diikuti perwakilan satuan PAUD dari delapan kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Sejumlah mata lomba mengangkat tema perjuangan, di antaranya kreasi daerah yang diikuti 80 anak dan proyek kelompok sebanyak 56 anak. Secara keseluruhan, jumlah peserta Gebyar PAUD Tahun 2026 mencapai 216 anak.
.jpeg)
Suarman menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, Gebyar PAUD diharapkan mampu membangun keberanian, kreativitas, keceriaan, pengalaman belajar, serta rasa percaya diri anak.
“Festival ini bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan juara. Akan tetapi, yang utama adalah bagaimana kegiatan ini dapat membangun keberanian, kreativitas, keceriaan, pengalaman belajar, serta menumbuhkan rasa percaya diri pada diri anak.”
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah dalam sambutan dan arahannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gebyar PAUD. Ia menilai masa usia dini merupakan periode penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Anak-anak PAUD ini berada pada usia emas, yaitu masa yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka.”
Menurut Bupati, pada usia tersebut anak mulai mengenal kehidupan, bahasa, cara berinteraksi dengan lingkungan, sekaligus mulai membentuk karakter dan kepribadiannya. Karena itu, pendidikan pada usia dini dinilai sangat penting sebagai fondasi bagi kehidupan anak pada tahap berikutnya.
Bupati juga menekankan pentingnya perhatian terhadap lima tahun pertama kehidupan anak. Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui pendidikan di satuan PAUD, tetapi juga melalui pengasuhan di lingkungan keluarga.
“Masa lima tahun pertama kehidupan harus kita jaga dan kita dampingi dengan sebaik-baiknya, baik melalui pendidikan di satuan PAUD maupun melalui pengasuhan di rumah. Ketika fondasi pada usia dini dibangun dengan baik, insyaallah tahap pendidikan berikutnya akan menjadi lebih mudah.”

Ia berharap anak-anak yang mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik sejak usia dini dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter terbaik dan menjadi bagian dari Generasi Emas 2045, yang kelak berperan membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan kuat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan terima kasih kepada para guru, orang tua, pendamping, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan pendidikan terbaik bagi anak-anak. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang cerah.

Setelah memberikan arahan, Bupati Sumbawa Barat secara resmi membuka Gebyar PAUD Tahun 2026 dengan mengajak seluruh peserta untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak menampilkan kreativitas dan keberanian mereka.
“Tunjukkan yang terbaik, terus berusaha dan berikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk menampilkan kreativitas mereka. Karena ketika anak-anak mampu menunjukkan kreasi dan keberaniannya, itulah salah satu tujuan dari kegiatan yang kita laksanakan bersama hari ini.”
.jpeg)
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama satuan pendidikan, keluarga, masyarakat dan para pemangku kepentingan akan terus memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Tindak lanjut diarahkan pada penguatan akses dan partisipasi pendidikan prasekolah sebagai bagian dari implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, sekaligus memastikan anak memperoleh lingkungan pendidikan dan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembangnya.
Kegiatan Gebyar PAUD diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Sumbawa Barat dapat tumbuh sehat, bahagia, cerdas, berkarakter, terlindungi, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan terbaik. (sh/Diskominfo KSB).
