Update Terkini Kondisi Bendungan Bintang Bano dan Tiu Suntuk, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
Sumbawa Barat - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui koordinasi dengan Unit Pengelola Bendungan Sumbawa I, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT-I) menyampaikan informasi terkini kondisi Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk per Selasa, 24 Februari 2026 malam.
Berdasarkan pembaruan data pukul 19.29 WITA, Tinggi Muka Air (TMA) Bendungan Bintang Bano berada pada elevasi 110,99 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Elevasi tersebut masih berada di bawah elevasi mercu pelimpah 115,50 Mdpl dan puncak bendungan 120,00 Mdpl. Bukaan pintu pelimpah Gate 1 tercatat 0 meter dan Gate 2 sebesar 0,2 meter, dengan pelimpah bebas 0. Bukaan intake berada pada posisi 30 persen dan debit keluar (outflow) sebesar 16,13 meter kubik per detik. Status bendungan dinyatakan normal, dengan kondisi cuaca di lokasi terpantau mendung.
Sementara itu, pada pukul 19.26 WITA, TMA Bendungan Tiu Suntuk tercatat 94,22 Mdpl. Elevasi tersebut berada di atas mercu pelimpah 93,50 Mdpl, namun masih di bawah elevasi puncak bendungan 98,00 Mdpl. Bukaan Gate 1 dan Gate 2 masing-masing 0,2 meter, dengan pelimpah bebas setinggi 0,72 meter. Bukaan intake tercatat 75 persen dan debit keluar mencapai 97,29 meter kubik per detik. Status bendungan saat ini berada pada level waspada, dengan kondisi cuaca gerimis di sekitar lokasi.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak pengelola bendungan untuk memastikan pemantauan dilakukan secara berkala agar masyarakat dapat mengetahui setiap perkembangan kondisi yang terjadi pada kedua bendungan.
Sehubungan dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah dan curah hujan yang terjadi di beberapa wilayah, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, namun tidak panik. Warga diminta menghindari aktivitas di area dekat aliran sungai, bantaran sungai, daerah lereng atau pegunungan yang rawan longsor, serta lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak apabila terjadi peningkatan debit air.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari instansi berwenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi sumbernya. Dengan kewaspadaan bersama dan koordinasi yang baik, diharapkan situasi tetap terkendali dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman. (nqf/Diskominfo KSB)
