Blog Item

Informasi berita terbaru mengenai perkembangan daerah

Retreat Kepemimpinan Jadi Ruang Refleksi, Musyafirin Tekankan ASN Harus Responsif dan Berdampak

Sumbawa Barat – Tantangan pemerintahan daerah terus berubah seiring perkembangan zaman. Karena itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut tidak hanya mampu menjalankan pekerjaan, tetapi juga beradaptasi, bekerja secara profesional, dan memastikan setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., Bupati Sumbawa Barat periode 2016–2025 yang kini menjabat sebagai Dewan Komisaris Independen PT Bank NTB Syariah, melalui Zoom Meeting pada rangkaian kegiatan Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026 di Kila Balad, Taliwang, Jumat (18/9/2026) malam.

Musyafirin memilih tidak menyampaikan paparan secara formal. Ia mengajak para kepala perangkat daerah berdiskusi mengenai sikap dan komitmen yang perlu dibangun bersama untuk menghantarkan Kabupaten Sumbawa Barat menuju daerah yang maju luar biasa.

“Saya tidak ingin menyampaikan paparan, tetapi kita akan berdiskusi bagaimana nantinya sikap dan komitmen kita dalam menghantarkan KSB menuju kabupaten yang maju luar biasa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Musyafirin menyampaikan apresiasi atas dua penghargaan yang baru diterima Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terkait akses penduduk terhadap layanan pendidikan dan akses layanan kesehatan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi hal yang patut disyukuri sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah.

“Sebelumnya saya mengucapkan selamat kepada Pemda Kabupaten Sumbawa Barat yang telah menerima dua penghargaan akses penduduk terhadap layanan pendidikan dan akses layanan kesehatan. Alhamdulillah, ini sangat luar biasa,” katanya.

Musyafirin juga melihat sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memiliki kemampuan yang baik. Dengan arah yang jelas, ia meyakini berbagai target pemerintahan dapat dicapai. Ia pun menegaskan bahwa meskipun sudah berada di luar jajaran pemerintah daerah, dirinya tetap merasa menjadi bagian dari Sumbawa Barat dan siap memberikan pandangan ketika dibutuhkan.

Dalam dialog tersebut, ia mengajak para kepala perangkat daerah melihat perbedaan antara tantangan masa lalu, kondisi saat ini, dan kebutuhan pada masa mendatang. Menurutnya, pengalaman masa lalu perlu dipahami dalam konteks zamannya dan tidak selalu dapat dinilai dengan ukuran yang sama pada masa sekarang.

Ia mencontohkan pembangunan tiga unit pasar yang pada masanya merupakan bagian dari program pembangunan dan mampu mendatangkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, perkembangan teknologi dan munculnya pasar daring membuat pola perdagangan berubah. Pandemi COVID-19 juga mempercepat perubahan tersebut dengan mendorong masyarakat dan pelaku usaha beradaptasi menggunakan teknologi.

Perubahan tersebut, lanjut Musyafirin, juga terjadi dalam tata kelola pemerintahan. ASN tidak cukup hanya mampu menggunakan aplikasi komunikasi sehari-hari, tetapi perlu memahami transformasi digital yang telah menjadi bagian dari pekerjaan pemerintahan, termasuk SPBE, e-Kinerja, dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Kita harus melek digital dan IT. Kita tidak bisa hanya sekadar bisa WA. Sekarang ada SPBE, e-Kinerja, dan AI. Bagaimanapun, penggunaan teknologi saat ini harus kita bijaksanai. Tidak boleh ada yang gaptek karena ini tuntutan kerja kita di zaman sekarang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya hubungan kerja antara ASN senior dan junior. Pengalaman yang dimiliki ASN senior dan kemampuan teknologi yang umumnya lebih dikuasai ASN junior, menurutnya, harus dipadukan. Senior tidak perlu merasa kehilangan peran ketika belajar dari junior, sementara junior tetap harus menghargai pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki senior.

Tantangan lain yang perlu menjadi perhatian adalah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. Masyarakat saat ini semakin kritis dan menginginkan pelayanan yang cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit. Karena itu, pemerintah dituntut mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan lebih cepat, terutama dalam pelayanan yang berkaitan dengan bantuan sosial.

Menurut Musyafirin, kondisi tersebut membutuhkan ASN yang mampu membangun empati. Salah satu caranya adalah melihat persoalan dari sudut pandang masyarakat yang membutuhkan layanan.

“Kalau ada masalah, coba dibalik sudut pandangnya. Seolah-olah kita yang dilayani oleh yang membutuhkan layanan. Dengan demikian, paling tidak ini menjadi cara untuk membangkitkan empati kita terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, ASN masa kini harus profesional dan memegang teguh nilai BerAKHLAK. ASN juga tidak dapat terus berada di zona nyaman karena tuntutan masyarakat dan perubahan lingkungan kerja akan semakin besar.

Memasuki masa depan, Musyafirin mengingatkan agar setiap keputusan pemerintahan diambil dengan keyakinan bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan terbaik untuk kepentingan pelayanan dan pembangunan, tanpa niat yang tidak semestinya serta tanpa intervensi dari pihak mana pun.

“Yang paling penting, kita harus menjamin diri kita bahwa keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang terbaik, tanpa ada niat macam-macam dan tanpa intervensi dari pihak mana pun,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi secara umum, tetapi dari seberapa besar pergerakan ekonomi tersebut dirasakan masyarakat. Kegiatan regional dan berbagai agenda daerah, menurutnya, dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat, termasuk bagi pelaku UMKM.

Salah satu agenda yang disampaikan adalah rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar tingkat Provinsi yang akan dipusatkan di Taliwang menjelang Hari Lahir ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang kita inginkan adalah pertumbuhan yang betul-betul dihasilkan dari pergerakan ekonomi masyarakat, tidak lagi mengandalkan sektor tambang. Inflasi harus dijaga. Dan ini menjadi tugas kita bersama,” pungkasnya. (nqf/Diskominfo KSB)


Tags

 

About Us

Dengan terbentuknya PPID dan PLID, pemohon informasi sesuai dengan haknya dapat memperoleh informasi publik yang dihasilkan oleh Pemerintah KSB sesuai dengan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008.


Jam Pelayanan

Waktu pelayanan PPID dilakukan dari Senin s/d Jumat mulai pukul 08.00 - 16.00 WITA. Informasi akan diberikan paling lama dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja dan dapat diperpanjang paling lambat 7 (tujuh) hari kerja berikutnya dengan memberikan dengan memberikan alasan secara tertulis.


Tags

Address

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat
Komplek KTC - Taliwang
Sumbawa Barat, NTB 84452
P: (0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765

Bülten


Adresimiz

Statistik Pengunjung
1.965
Hari Ini
2.101
Kemarin
54.308
Bulan Ini
190.384
Total