KSB Maju Luar Biasa Dorong Pembangunan melalui Tiga Klaster Utama
SUMBAWA BARAT — Membangun daerah bukan hanya tentang menghadirkan program, tetapi bagaimana setiap potensi yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari KSB Maju Luar Biasa, gerakan pembangunan terpadu Kabupaten Sumbawa Barat yang diarahkan untuk mempercepat kemajuan daerah melalui pengembangan sektor-sektor strategis dan berbasis potensi lokal.
KSB Maju Luar Biasa dijalankan melalui tiga klaster utama, yakni klaster pariwisata, klaster pertanian, peternakan dan perikanan, serta klaster industri. Ketiga klaster tersebut dikembangkan secara terpadu dengan tujuan menciptakan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan daerah yang lebih berkelanjutan.
Pada klaster pariwisata, pengembangan diarahkan melalui pariwisata investasi dan pariwisata kerakyatan. Sementara pada klaster pertanian, peternakan dan perikanan, pengembangan mencakup penangkaran benih padi, agribisnis peternakan sapi dan budidaya perikanan. Berbagai program tersebut diarahkan agar potensi lokal tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah dan memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Sementara itu, klaster industri diarahkan pada pengembangan industri hilirisasi dan industri ketenagakerjaan. Hilirisasi mendorong hasil pertanian, peternakan, perikanan dan hortikultura untuk diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi, mulai dari produksi, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran dan dukungan logistik. Di sisi lain, industri ketenagakerjaan diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia berbasis kompetensi dan kebutuhan pasar kerja melalui pelatihan vokasional, sertifikasi kompetensi, penguatan sarana pelatihan hingga revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).
Untuk menjaga keberlanjutan program-program tersebut, kapasitas fiskal daerah menjadi salah satu bagian penting. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu sumber pembiayaan yang dapat mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas, termasuk pengembangan klaster-klaster dalam KSB Maju Luar Biasa. Dalam proses perpanjangan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) ke Kementerian Ketenagakerjaan, TKA wajib membayar Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA) yang masuk ke kas daerah. Bukti pembayaran tersebut menjadi salah satu kelengkapan dokumen dalam proses perpanjangan RPTKA. Pada 2025, tercatat 224 TKA melakukan perpanjangan RPTKA dengan kontribusi sekitar Rp4,6 miliar. Memasuki 2026, penerimaan dari sektor tersebut juga menunjukkan perkembangan positif dan masih berpotensi bertambah seiring proses perpanjangan RPTKA.
Dengan demikian, berbagai sumber penerimaan daerah memiliki peran dalam menjaga ruang gerak pembangunan. Kontribusi dari DKPTKA menjadi salah satu bagian dari PAD yang dapat mendukung program prioritas, termasuk pengembangan industri dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia ketenagakerjaan. Melalui KSB Maju Luar Biasa, pengembangan potensi daerah diharapkan terus menghasilkan nilai tambah, membuka kesempatan ekonomi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumbawa Barat.
