KSB Launching Klaster Perikanan, Dorong Ketersediaan Ikan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat
SUMBAWA BARAT — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat resmi meluncurkan Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa Klaster Perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan ketersediaan ikan dan nilai tambah hasil perikanan bagi masyarakat.

Launching tersebut dirangkaikan dengan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat yang berlangsung di Gedung Hanipati, Taliwang, Rabu (23/9/2026). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., dan dihadiri Kepala Dinas Perikanan Agus Purnawan, S.Pi., M.M., Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Barat Khusnarti, S.Pd., M.M.Inov., Dharma Wanita Persatuan (DWP), jajaran kepala perangkat daerah, pimpinan organisasi vertikal, serta para pelaku usaha bidang perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus Purnawan, selaku dinas pengampu Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa Klaster Perikanan mengatakan kedua kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dalam mendorong peningkatan konsumsi sekaligus penguatan sektor perikanan dari hulu hingga hilir.
“Pada hari ini kita berada di suatu tempat untuk melaksanakan dua kegiatan pokok. Yang pertama adalah Lomba Masak Serba Ikan, dan yang kedua adalah Launching Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.” Ungkap Agus.
.jpeg)
Menurut Agus, Lomba Masak Serba Ikan menjadi wahana untuk menampilkan kreativitas dalam mengolah ikan sekaligus bagian dari gerakan masyarakat makan ikan atau Gemarikan. Gerakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan konsumsi ikan mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat hingga tingkat kecamatan dan kabupaten.
Ia menjelaskan, ikan merupakan sumber pangan hewani yang kaya asam amino esensial dan omega-3 yang penting untuk mendukung kecerdasan serta tumbuh kembang anak. Konsumsi ikan juga disebut berperan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penguatan sektor perikanan dalam kegiatan tersebut dilakukan melalui dua sisi. Dari sisi hulu, pemerintah mendorong produksi melalui penyerahan bibit ikan kepada calon penerima manfaat Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. Sementara dari sisi hilir, Lomba Masak Serba Ikan diarahkan untuk meningkatkan konsumsi ikan di tingkat keluarga.
Agus mengungkapkan, angka konsumsi ikan Kabupaten Sumbawa Barat pada 2025 mencapai 41,77 persen, yang disebut sebagai angka konsumsi ikan tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun, tingginya konsumsi tersebut juga berhadapan dengan keterbatasan ketersediaan ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kesenjangan inilah yang akan coba kita isi melalui Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.” tegasnya.
Kekurangan pasokan ikan yang disebut mencapai sekitar 1.390 ton per tahun selama ini dipenuhi melalui pasokan dari Pulau Lombok maupun wilayah tetangga di Pulau Sumbawa. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang hendak dijawab melalui penguatan klaster perikanan.
Sementara itu, Lomba Masak Serba Ikan diikuti oleh delapan perwakilan Tim Penggerak PKK Kecamatan, yakni Poto Tano, Seteluk, Taliwang, Brang Ene, Brang Rea, Jereweh, Maluk, dan Sekongkang. Peserta mengikuti dua kategori menu, yakni menu keluarga berbahan dasar udang vaname yang dimasak secara langsung atau live cooking selama 60 menit serta menu kudapan berbahan ikan nila yang disajikan dalam kondisi matang.
Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Barat, Khusnarti, menilai pelaksanaan Lomba Masak Serba Ikan memiliki arti penting karena tidak hanya mendorong budaya konsumsi ikan, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan sektor perikanan daerah.

Ia menekankan pentingnya kreativitas dalam mengolah ikan agar semakin mudah diterima oleh anak-anak dan keluarga.
“Ikan tidak harus selalu disajikan dalam bentuk utuh, tetapi dapat diolah secara kreatif agar lebih mudah diterima oleh anak-anak. Di sinilah salah satu peran penting PKK, yaitu dalam peningkatan gizi keluarga.” jelas Khusnarti.
Menurut Khusnarti, kegiatan tersebut juga perlu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan setelah perlombaan selesai. Ia mendorong agar resep dari menu-menu yang dihasilkan peserta dapat dikembangkan dan disebarluaskan melalui kelompok Dasa Wisma.
“Saya berharap dari 10 menu yang dihasilkan dalam kegiatan ini, nantinya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.” ujarnya.
Resep-resep tersebut diharapkan dapat diterapkan di kelompok Dasa Wisma sehingga tidak berhenti sebagai hasil perlombaan, tetapi turut mendukung peningkatan gizi keluarga dan upaya penurunan angka stunting.

Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah menjelaskan bahwa pengembangan Klaster Perikanan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana hasil tangkapan nelayan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan UMKM dan kelompok masyarakat yang mampu mengolah hasil tangkapan nelayan menjadi produk pangan dapat membuka peluang pemanfaatan hasil perikanan secara lebih optimal.
“Kita ingin agar hasil tangkapan para nelayan memberikan manfaat dan nilai tambah sebagaimana yang diharapkan oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK tadi. Outcome dari hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat dijual dan diolah menjadi berbagai produk yang dapat dikonsumsi masyarakat.” tegas Hanipah.
.jpeg)
Hanipah menambahkan, produk olahan ikan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti nugget, mi, mi kelor dengan tambahan unsur ikan, serta berbagai produk lainnya. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas terkait akan melaksanakan pembinaan, praktik pengolahan, serta membentuk kelompok-kelompok ibu-ibu, khususnya di wilayah pesisir.
Dalam launching Klaster Perikanan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menyoroti rencana pembangunan cold storage sebagai salah satu bagian dari pengembangan sektor perikanan.

Hanipah menyampaikan bahwa fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sehingga ikan dapat disimpan dengan baik dan kandungan protein, vitamin serta gizinya tetap terjaga.
“Mari kita doakan bersama, semoga pembangunan cold storage tersebut dapat segera diwujudkan dan berada di Kabupaten Sumbawa Barat.” harap Hanipah.
Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan potensi ikan yang dihasilkan nelayan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sumbawa Barat. Produksi perikanan diharapkan tidak hanya dijual ke luar daerah, tetapi juga diolah dan dikonsumsi masyarakat setempat.
“Melalui berbagai program Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, kita ingin benar-benar mendorong agar masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dapat memanfaatkan potensi yang kita miliki dan pada akhirnya menjadi masyarakat yang semakin sejahtera.” pungkasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Perikanan akan melanjutkan pengembangan Klaster Perikanan melalui penguatan produksi dari sisi hulu, pembinaan pengolahan hasil perikanan, serta pengembangan kelompok masyarakat dan pelaku UMKM, khususnya di wilayah pesisir.
Di sisi hilir, inovasi menu hasil Lomba Masak Serba Ikan akan didorong agar dapat dimanfaatkan lebih luas melalui kelompok Dasa Wisma sebagai bagian dari upaya meningkatkan konsumsi ikan dan gizi keluarga.

Pemerintah daerah juga akan mendorong pengembangan sarana pendukung sektor perikanan, termasuk rencana pembangunan cold storage, sehingga hasil tangkapan nelayan dapat dipertahankan kualitasnya dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
Melalui rangkaian langkah tersebut, Launching Klaster Perikanan diharapkan menjadi awal dari penguatan ekosistem perikanan Sumbawa Barat—mulai dari produksi, pengolahan, konsumsi hingga pemasaran—agar potensi perikanan daerah memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. (sh/Diskominfo KSB).
