Blog Item

Informasi berita terbaru mengenai perkembangan daerah

Isra Mikraj Jadi Ruang Refleksi: Iman, Ilmu, dan Tanggung Jawab Sosial

‎Sumbawa Barat — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Falah, Kecamatan Taliwang, saat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama masyarakat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Jumat (23/1/2026). Peringatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kesadaran spiritual, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M. Si., Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum kebersamaan untuk memperkuat ikatan iman dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

‎Hikmah Isra Mikraj disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Tgh. Badrun, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa peristiwa Isra merupakan perjalanan pendidikan dan kesadaran intelektual yang mengingatkan manusia akan keterbatasan ilmu pengetahuan. Menurutnya, peristiwa tersebut bukan sekadar untuk menimbulkan rasa takjub, melainkan mengajak umat manusia membaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam kehidupan.

‎“Isra adalah momentum peningkatan kualitas intelektual kita. Allah SWT mendemonstrasikan kekuasaan-Nya agar manusia mampu bertafakur dan bertadabur, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berilmu dan berkesadaran tinggi, dan mampu mencapai kualitas ulil albab, ulil absar dan ulin nuha,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, Dr. Tgh. Badrun menjelaskan bahwa Mikraj merupakan simbol pelangitan raga, hati, dan pikiran. Dalam peristiwa Mikraj, ego manusia dilebur dan kehendak pribadi ditundukkan hingga melahirkan sikap tawakal sejati. 

‎“Mikraj mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan pada diri manusia, melainkan pada Allah SWT. Dari peristiwa ini kita belajar untuk selalu optimis, seberat apa pun tantangan yang dihadapi,” tambahnya.

‎Ia juga mengajak jamaah menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai momentum untuk meng-upgrade dan memperbarui diri, serta melakukan evaluasi sejauh mana perintah Allah SWT telah dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

‎Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menegaskan pentingnya memperingati momentum-momentum keislaman sebagai sarana pengingat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk menilai kembali kualitas iman yang terkadang mengalami pasang surut.

‎“Setiap momentum keislaman penting kita peringati, karena di dalamnya ada nilai dan hikmah yang menyadarkan kita. Ini adalah usaha kita untuk terus meng-upgrade dan me-refresh diri, menilai apakah keimanan dan nilai-nilai itu sedang naik atau justru menurun,” ujarnya.

‎Bupati juga mengingatkan agar masyarakat tidak larut dalam kesibukan duniawi hingga melupakan tanggung jawab spiritual dan sosial, terutama terhadap generasi penerus. Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks dan membutuhkan peran aktif orang tua serta lingkungan.

‎“Kadang kala, semakin bertambah usia, kita justru semakin lalai dan hanya memikirkan diri sendiri. Jangan lupa kepada generasi penerus kita. Mari kita bimbing anak cucu kita agar tumbuh menjadi generasi terbaik dalam ketakwaan dan keislamannya,” pesannya.

‎Ia berharap, peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah ini mampu memperkuat keimanan dan keislaman, tidak hanya bagi individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas. 

‎“Semoga momentum ini menjadikan kita lebih menjaga keimanan dan keislaman diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” tutup Bupati.

‎Dalam suasana yang khusyuk dan penuh ketenangan, peringatan Isra Mikraj ini menjadi pengingat bersama akan pentingnya keseimbangan antara peningkatan kualitas spiritual, intelektual, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. (DiskominfoKSB)


Tags

 

About Us

Dengan terbentuknya PPID dan PLID, pemohon informasi sesuai dengan haknya dapat memperoleh informasi publik yang dihasilkan oleh Pemerintah KSB sesuai dengan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008.


Jam Pelayanan

Waktu pelayanan PPID dilakukan dari Senin s/d Jumat mulai pukul 08.00 - 16.00 WITA. Informasi akan diberikan paling lama dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja dan dapat diperpanjang paling lambat 7 (tujuh) hari kerja berikutnya dengan memberikan dengan memberikan alasan secara tertulis.


Tags

Address

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat
Komplek KTC - Taliwang
Sumbawa Barat, NTB 84452
P: (0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765

Bülten


Adresimiz