Blog Item

Informasi berita terbaru mengenai perkembangan daerah

Coffee Morning Diskominfo KSB Buka Ruang Dialog Media dan Pengampu Program Prioritas

Sumbawa Barat — Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan media melalui kegiatan Coffee Morning bersama perangkat daerah pengampu program prioritas dan insan media, Kamis (24/9/2026), di Ai Bua, Tapir, Kecamatan Seteluk.

Kegiatan tersebut diikuti perangkat daerah pengampu program prioritas daerah serta sekitar 40 media. Hadir antara lain Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Perikanan, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu, Direktur RSUD As-Syifa, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Sekretaris Dinas Sosial, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman, serta perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Koperindag dan Dinas Kesehatan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi, komunikasi dan konsolidasi informasi mengenai kebijakan, program, kegiatan serta capaian pembangunan daerah, khususnya program KSB Maju dan KSB Maju Luar Biasa.

Kepala Dinas Kominfo KSB Dedy Damhudy, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi upaya membuka ruang komunikasi antara perangkat daerah dan media. Perangkat daerah dapat menyampaikan program yang sedang dijalankan, sementara media memperoleh informasi yang lebih utuh untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat.

“Selain dinas-dinas ingin menyampaikan programnya, tentu media juga membutuhkan informasi dari program-program tersebut,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan media semakin terbuka.

Dalam sesi pemaparan, sejumlah perangkat daerah menyampaikan perkembangan program prioritas masing-masing. Dinas Perikanan memaparkan program Maju Perikanan sebagai bagian dari KSB Maju, dengan sasaran antara lain nelayan dan pembudidaya ikan. Sementara dalam KSB Maju Luar Biasa, pengembangan perikanan diarahkan agar kebutuhan konsumsi ikan masyarakat dapat semakin dipenuhi dari produksi lokal sehingga perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga juga menjelaskan pengembangan klaster pariwisata melalui dua pendekatan, yakni pariwisata investasi dan pariwisata kerakyatan. Dalam konsep pariwisata kerakyatan, pemerintah berperan memberikan fasilitas, sementara masyarakat, kelompok dan komunitas diharapkan menjadi pelaku aktif sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, RSUD As-Syifa memaparkan sejumlah layanan dalam program KSB Maju Kesehatan, di antaranya TRC Ambulans, biaya pendamping pasien, biaya rujukan gratis dalam kondisi tertentu, serta pemulangan pasien dan jenazah. Pengembangan layanan tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat memperoleh dukungan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Dinas Kesehatan turut menyampaikan perkembangan layanan TRC Ambulans berbasis Puskesmas. Berdasarkan data hingga 20 September 2026, tercatat 31.348 layanan dari 10 Puskesmas, meningkat dibandingkan 6.609 layanan pada tahun 2025. Data tersebut menunjukkan TRC Ambulans tidak hanya digunakan untuk kondisi kegawatdaruratan, tetapi juga mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer di wilayah masing-masing.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para jurnalis menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan, mulai dari pengawasan sumber daya perikanan, pengembangan perikanan air tawar dan potensi bendungan, penguatan kelembagaan kepemudaan dalam pariwisata, perkembangan program peternakan, proses pengadaan kegiatan, persoalan data penerima bantuan atau desil, hingga layanan kesehatan seperti HIV/AIDS, rabies, layanan ortopedi dan ambulans desa.

Perangkat daerah terkait memberikan penjelasan atas berbagai pertanyaan tersebut. Dalam sektor perikanan, misalnya, pemerintah daerah menjelaskan batas kewenangan pemerintah kabupaten dalam pengawasan wilayah laut sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat pesisir. Untuk pengembangan perikanan air tawar, pemerintah juga melihat perlunya pemanfaatan teknologi karena kondisi kawasan yang dipengaruhi musim, termasuk pengembangan kolam dan rencana pemanfaatan kawasan sekitar bendungan.

Melalui Coffee Morning tersebut, Diskominfo KSB kembali menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dan komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan media. Informasi mengenai program dan kebijakan diharapkan dapat disampaikan secara lebih terbuka, utuh dan mudah dipahami masyarakat.(nc/Diskominfo KSB)


Tags

 

About Us

Dengan terbentuknya PPID dan PLID, pemohon informasi sesuai dengan haknya dapat memperoleh informasi publik yang dihasilkan oleh Pemerintah KSB sesuai dengan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008.


Jam Pelayanan

Waktu pelayanan PPID dilakukan dari Senin s/d Jumat mulai pukul 08.00 - 16.00 WITA. Informasi akan diberikan paling lama dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja dan dapat diperpanjang paling lambat 7 (tujuh) hari kerja berikutnya dengan memberikan dengan memberikan alasan secara tertulis.


Tags

Address

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat
Komplek KTC - Taliwang
Sumbawa Barat, NTB 84452
P: (0372) 8281747, 8281748 Fax. (0372) 8281765

Bülten


Adresimiz

Statistik Pengunjung
1.266
Hari Ini
2.736
Kemarin
63.939
Bulan Ini
200.015
Total